Sharing Session, Rumkit Bhayangkara Sosialisasi Penyakit Demam Tifoid Bagi Personel

PALANGKA RAYA – Melalui program sharing session, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng menggelar Sosialisasi Penyakit Demam Tifoid Bagi Personel bagi personel usai pelaksanaan apel pagi bertempat di halaman Gedung Paviliun Presisi Rumkit Bhayangkara setempat, Rabu (12/6/2024).

Kegiatan yang diselenggarakan Urusan Pendidikan dan Penelitian (Urdiklit) tersebut menghadirkan Dokter Jaga Instalasi Gawat Darurat Rumkit Bhayangkara dr. dr. Karina Lucia Indriani didampingi oleh Kepala Sub Bagian Pembina Fungsi (Kasubbagbinfung) Rumkit Bhayangkara Penata Titik Nurcahyani, S.Kep., Ners., dan diikuti seluruh peserta apel.

Dalam kesempatan itu, dr. Karina menyampaikan penyebab, gejala dan pengobatan penyakit demam tifoid juga dikenal sebagai tipes.

“Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Penyakit ini dapat memengaruhi banyak organ dalam tubuh dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera diobati”, tuturnya.

Ia juga mengatatakan demam tifoid atau tipes adalah infeksi bakteri yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi berbagai organ. Tanpa pengobatan yang cepat, penyakit ini dapat menjadi fatal.

“Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, B, atau C. Biasanya, periode inkubasi penyakit ini berlangsung sekitar 3-60 hari. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan kotoran yang mengandung bakteri tersebut, seperti saat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi yang membawa bakteri tersebut,” jelas dr. Karina.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan untuk gejala  demam tifoid atau tipes bervariasi, namun beberapa tanda yang perlu diwaspadai seperti demam yang berlangsung lebih dari seminggu dan tidak merespon terhadap obat penurun panas, demam dapat meningkat secara bertahap setiap harinya dan berlangsung hingga 3 minggu jika tidak diobati.

Kelelahan yang berlebihan, sakit kepala, nyeri pada persendian dan otot, perut terasa kembung atau nyeri, diare atau sulit buang air besar, mual dan muntah, batuk, penurunan berat badan atau nafsu makan serta gelisah juga termasuk dalam gejala penyakit ini.

“Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk menghindari demam tifoid atau tipes. Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menghindari daerah dengan tingkat infeksi tipes yang tinggi, menjaga kebersihan sanitasi di lingkungan sekitar, menghindari konsumsi makanan yang tidak higienis, menghindari makanan mentah, selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet dan mendapatkan vaksinasi yang disarankan,” tutup dr. Karina. (Har/sam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *