Meminimalisir Penyakit Menular, Rumkit Bhayangkara Sosialisasi Penanganan TBC Kepada Personel

PALANGKA RAYA – Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng mengadakan Sosialisasi Penanganan Tuberkulosis (TB) atau TBC kepada personel guna meminimalisir penyakit menular akibat infeksi bakteri di lingkungan rumah sakit bertempat di halaman Paviliun Presisi Rumkit Bhayangkara setempat.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui program Sharing Session tersebut turut menghadirkan narasumber internal yaitu Dokter Internship dr. Leny Haryiani didampingi Kepala Urusan Pendidikan dan Penelitian (Kaurdiklit) Rumkit Bhayangkara Penda Tk I Rusmawarti, S.Sos.

Pada sosialisasi itu, dr. Leny menyampaikan bahwa Tuberkulosis (TB) atau TBC adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri yang pada umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. 

“Penularan tuberkulosis (TBC) terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (Droplet) saat seseorang yang terinfeksi TBC bersin atau batuk. Oleh sebab itu, risiko penularan penyakit ini lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah atau satu tempat kerja dengan penderita TBC,” jelasnya.

Kemudian, ia juga menambahkan, TBC pada paru-paru akan menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari 2 atau 3 minggu yang dapat disertai dahak atau darah. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri dada dan berkeringat di malam hari.

“Walaupun sangat menular, tetapi penyakit tuberkulosis sangat mudah disembuhkan asal minum obat teratur sesuai program. Lama terapi obat sekitar 6-9 bulan tergantung jenis kasus tuberkulosisnya, selama terapi obat pasien harus berkomitmen dan memiliki kepatuhan yang tinggi untuk minum obat. Untuk keamanan pengobatan biasanya sebelumnya diperiksa di laboratorium untuk mengecek fungsi hati,” tuturnya.

Sementara itu, Kaurdiklit Rumkit Bhayangkara Penda Tk I Rusmawarti, S.Sos. mewakili Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Kompol dr. Anton Sudarto menghimbau personel apabila ada sosialisasi kesehatan agar antusias mengikuti untuk menambah ilmu pengetahuan tentang kesehatan serta membudayakan gaya hidup yang sehat.

“Sosialisasi penanganan TB atau TBC ini sangat penting untuk kita cermati, karena kita bekerja di lingkungan rumah sakit yang notabenenya penularan infeksi bakteri tinggi. Olah karena itu, pencegahan dan pengendalian harus dilakukan,” tutup Rusma. (Har/sam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *