Kegiatan Bhabinkamtibmas Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut dalam Menyelesaikan Konflik di Media Sosial

Tribratanews.kalteng.polri.go.id
-Polresta Palangka Raya-
Polsek Pahandut Jajaran polresta Palangka Raya, Polda Kalteng – Sebagai bentuk upaya untuk menjalin kerjasama yang baik antara kepolisian dan masyarakat, Aipda Van Royen, Bhabinkamtibmas Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Polsek Pahandut, Polresta Palangkaraya, telah menggelar kegiatan problem-solving pada Kamis, 14 Desember 2023, pukul 19.30 WIB, di Jalan Antang Kalang II.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan yang muncul di media sosial antara ibu (S) dan bapak (I). Postingan di Facebook yang berisi kata-kata dan foto tidak benar atau hoaks telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi ibu (S) dan menciptakan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga keberadaan Bhabinkamtibmas agar dapat dirasakan oleh warga serta mengoptimalkan pelayanan kepolisian kepada seluruh lapisan masyarakat. Melalui mediasi ini, diharapkan dapat mewujudkan kehadiran polisi yang berperan aktif dalam menyelesaikan konflik di masyarakat.
Kronologi singkat permasalahan dimulai ketika ibu (S) menemukan postingan di Facebook milik bapak (I) yang berisi informasi palsu dan merugikan. Bhabinkamtibmas bersama dengan RT dan anggota FKPM Kelurahan Langkai turut serta dalam mediasi problem-solving untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Hasil dari mediasi ini adalah tercapainya kesepakatan damai antara ibu (S) dan bapak (I). Bapak (I) secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada ibu (S) atas postingan yang merugikan tersebut. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan berkomitmen untuk tidak melakukan perbuatan yang sama di masa yang akan datang.
Kesepakatan damai ini diwujudkan dalam bentuk dokumen tertulis yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di hadapan Bhabinkamtibmas, RT, dan anggota FKPM Kelurahan Langkai. Dengan demikian, diharapkan konflik ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa melibatkan hukum adat atau hukum negara.
Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi upaya penyelesaian konflik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan dan kerjasama yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat. (TC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *